Jumat, 23 Januari 2015

Perbedaan Koneksi Jaringan HSPA+ dengan LTE

Berbicara tentang koneksi cepat, kita pun telah melewati masa revolusi koneksi cepat, dari masa GPRS hingga HSPA+ yang saat ini tengah menjadi tren baru untuk koneksi cepat bagi perangkat handset seluler. Selain HSPA+, ada juga LTE yang juga diperkenalkan sebagai koneksi cepat untuk perangkat ponsel pintar.
Definisi
Sebelum melakukan komparasi, ada baiknya mengetahui profil kedua koneksi internet cepat ini. HSPA+ atau High Speed Packet Acces adalah koleksi protokol telepon seluler dalam ranah 3.5G yang memperluas dan memperbaiki kinerja protokol UMTS atau Universal Mobile Telecommunications System. HSPA+ masih dalam lingkup keluarga HSPA yang apabila disejajarkan dengan jaringan CDMA, koneksi cepat ini sejajar dengan EV-DO (Evolution Data Optimized) yang merupakan perkembangan dari CDMA2000. Di tanah air sendiri, koneksi cepat ini dipopulerkan pada pertengahan tahun 2008.
LTE atau 3GPP Long Term Evolution adalah sebuah stAndar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA. koneksi internet jenis ini mampu melakukan download hingga kecepatan 300mbps dan upload 75mbps. koneksi cepat ini pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada 14 Desember 2009. Namun LTE lebih sering disebut dengan 4G LTE yang biasanya dipakai sebagai embel embel nama sebuah ponsel.
Komparasi
Jaringan 4G LTE lebih dikenal khalayak ramai jika dibandingkan dengan HSPA+. Pengguna LTE saat ini telah hampir merangsek hampir ke seluruh belahan dunia, untuk Indonesia sendiri masih berupa rencana, untuk kawasan Asia Tenggara yang sudah menerapkan koneksi cepat ini baru Filipina. koneksi cepat ini mampu melakukan download hingga kecepatan maksimal 326 Mbps dan upload hingga 86 Mbps. Sedangkan untuk HSPA+ hanya mampu melakukan download hingga kecepatan 28 Mbps dan upload hanya mampu menjangkau angka 11.5 Mbps. Bisa kita lihat disini bahwa LTE 20-30% lebih cepat dari HSPA+. Namun HSPA+ juga memiliki rencana untuk menaikkan kecepatan hingga 42Mbps bahkan 84 Mbps. Setidaknya HSPA+ memiliki banyak potensial untuk masa depan.
Tidak hanya kecepatan saja yang menjadi perbedaan dalam koneksi ini, namun ponsel yang mengusung kedua koneksi ini pun memiliki perbedaan yang signifikan, untuk ponsel yang mengusung koneksi HSPA+ cenderung memiliki dimensi bodi yang tipis. Sementara untuk ponsel yang mengusung koneksi LTE memiliki dimensi bodi yang tebal karena membutuhkan LTE Radio untuk menangkap sinyal dari LTE tersebut.
Sementara HSPA+ merupakan puncak dari teknologi 3G, sementara 4G LTE merupakan langkah pertama dalam tahap berikutnya, membuka banyak kemungkinan untuk kemajuan lebih lanjut di bidang ini. Berbeda dengan HSPA+, LTE telah mengalami beberapa perkembangan, hal ini merupakan sesuatu yang sangat cepat dalam perkembangan dunia teknologi, mengingat LTE merupakan langkah awal menuju perkembangan selanjutnya. Berikut bebepa perkembangan yang terjadi pada LTE:
• TD-LTE: TD-LTE atau Time-Division LTE dikembangkan oleh China Mobile selama beberapa tahun terakhir. Tidak seperti jaringan LTE yang membawa dua sinyal terpisah untuk perjalanan data di kedua arah, TD-LTE menampilkan satu aliran yang dialokasikan upload dan download bandwith yang tergantung pada penggunaan data Anda. Akun ini merupakan untuk kecepatan data yang tinggi. TD-LTE juga mendukung dengan 4G WiMax dan sangat mudah untuk melakukan upgrade dari WiMax ke TD-LTE daripada LTE.
• LTE Advanced: LTE Advanced adalah evolusi lebih lanjut dari jaringan LTE saat ini yang membawa serta puncak teoritis kecepatan download 1 Gbps, peningkatan efisiensi spektrum hingga 3 kali lipat lebih banyak dari bandwith dan pengurangan latecy. Seperti upgrade dari HSPA menuju ke HSPA+, perubahan LTE menuju LTE Advanced merupakan langkah berikutnya untuk melakukan upgrade software.
Kesimpulan
Keuntungan dari LTE dibandingkan HSPA+
• Kecepatan data yang lebih tinggi;
• Efisiensi spektrum yang lebih baik;
• Latensi jauh lebih rendah;
• LTE memiliki struktur yang lebih sederhana dibandingkan dengan jaringan HSPA+.
Keuntungan HSPA+ dibandingkan LTE
• HSPA+ merupakan sebuah jaringanyang telah mapan dibandingkan dengan LTE yang masih memiliki cakupan yang sangat jarang dan masih harus dikembangkan;
• Evolusi dari HSPA menuju HSPA+ memerlukan investasi jauh lebih sedikit dibidang infrastruktur dan biaya yang minim jika dibandingkan dengan LTE yang dimana harus benat benar membangun dari dasar;
• LTE memerlukan perangkat radio khusus untuk mendukung fitur LTE, sedangkan HSPA+ tersedia untuk setiap pengguna ponsel yang telah mendukung 3G.
Seperti yang telah dibandingkan tadi, bahwa LTE masih membutuhkan pengembangan dengan potensi yang besar di masa depan dan jaringan HSPA+ untuk sementara ini bisa dikatakan lebih dari cukup.
http://m.portal.paseban.com/?mod=content&act=read&id=8968

Minggu, 18 Januari 2015

Foto 3 Dimensi 360 derajat (PHOTOSPHERE)

Senin, 29 Desember 2014

Pernikahan Intan Binti Alm. Salim & Nur (Kusna) 20 Desember 2014 di Auditorium POLTEKKES Yogyakarta





Bahsul Masail Pondok Zumrotu Tholibin Kacangan Tahun 2014





















Bahsul Masail yg dibuka sekitar jam 10 pagi itu diawali dengan sambutan dari para pejabat yaitu Seno Samudro (Bupati Boyolali), Khofifah (Mensos) dan Solahudin Wahid.
Bupati menyinggung masalah BLT yg datanya tidak update sehingga tidak tepat sasaran. Kedepannya dia justru akan menggunakan data sambungan PLN yg 450 watt yg akan diberikan BLT. Khofifah mengurai kualitas SDM NU masih kurang terdidik dan perlunya diversifikasi profesi sehingga SDM NU tdk hanya ahli dibidang religius keagamaan tetapi juga menguasai IPTEK seperti ahli pertambangan dan lainnya.Sedangkan Solahuddin Wahid mengurai sejarah perjuangan generasi awal NU terhadap kemerdekaan RI, serta pengayaan data sejarah keterlibatan NU masuk dalam kurikulum buku sejarah nasional. Solahudin juga menambahkan bahwa permasalahan tidak hanya pada SDM tapi juga pendanaan yang kurang dari pemerintah agar SDM yang hebat tidak lari dan bekerja utk perusahaan asing.
Setelah acara yang dihadiri oleh jajaran dari Boyolali, Semarang dan Jakarta serta para dirjen dan aparat keamanan itu ditutup dengan do'a, penyerahan bantuan kepada fakir miskin dan pemberian plakat oleh mensos kmd istirahat maka acara dilanjutkan dengan bahsul masail diruang sidang sampai malam.

Senin, 22 Desember 2014

Khataman TPQ Al Muhsinun 2014


Kamis, 06 November 2014

Tag Panorama

function initialize() { var myPanoid = "Panosaved2.jpg"; var panoramaOptions = { pano: myPanoid, pov: { heading: 45, pitch:-2 }, zoom: 1 }; var myPhotoSphere = new google.maps.StreetViewPanorama( document.getElementById('map-canvas'), panoramaOptions); myPano.setVisible(true); } google.maps.event.addDomListener(window, 'load', initialize);

function initialize() {
  var myPanoid = "Panosaved2.jpg";
  var panoramaOptions = {
    pano: myPanoid,
    pov: {
      heading: 45,
      pitch:-2
    },
    zoom: 1
  };
  var myPhotoSphere = new google.maps.StreetViewPanorama(
      document.getElementById('map-canvas'),
      panoramaOptions);
  myPano.setVisible(true);
}
google.maps.event.addDomListener(window, 'load', initialize);

Jumat, 03 Oktober 2014

Pondok Mas Wada'i Bandung Beji













Posting Lama ►
 

Browser

Copyright 2012 gratis_arif Template by Bamz | Publish on Bamz Templates